PENDAMPINGAN KAMPUNG TEMATIK BATIK SEMARANGAN REJOMULYO SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA SEMARANG

Dias Andris, Susanto and Suwarno, Widodo and Rahmat Sudrajat, Universitas PGRI Semarang and Ellya, Rakhmawati (2017) PENDAMPINGAN KAMPUNG TEMATIK BATIK SEMARANGAN REJOMULYO SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA SEMARANG. SEMINAR NASIONAL HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UPGRIS. pp. 567-573. ISSN ISBN: 978-602-0960-58-6

[img] Text
1. PENDAMPINGAN KAMPUNG TEMATIK BATIK SEMARANGAN REJOMULYO SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA SEMARANG.pdf - Published Version

Download (285kB)
[img] Text
1. PENDAMPINGAN KAMPUNG TEMATIK BATIK SEMARANGAN REJOMULYO SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA SEMARANG.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://prosiding.upgris.ac.id/index.php/abdi17/ab...

Abstract

Kota Semarang adalah Ibu kota Propinsi Jawa Tengah yang sekaligus sebagai ibu kota metropolitan. Kota Semarang juga dikenal sebagai kota dagang dan jasa sekaligus sebagai pusat kota pemerintah. Sebagai kota yang maju, kota semarang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti ; jalan yang mulus, kota yang bersih, suasana yang ramai dan kondusif, serta memiliki perkembangan ekonomi yang semakin baikditandai kegiatan-kegiatan ekonomi dan wirausaha yang tersebar di setiap pelosok Semarang. Sebagai ibukota provinsi, Kota Semarang memiliki 9 kecamatan yang tersebar sebagai berikut ; Kecamatan Semarang timur yang terdiri dari sepuluh kelurahan dengan luas 77, 30 Ha. Kecamatan Semarang Timur, terdiri dari 10 Kelurahan yaitu: Kelurahan Kemijen, Kelurahan Rejomulyo, Kelurahan Mlatibaru, Kelurahan kebonagung, Kelurahan bugangan, Kelurahan Mlatiharjo,. Diantara kelurahan tersebut adalah Kelurahan Rejomulyo Letak kampong batik terletak di RW 2 dengan jumlah warga 1.552 jiwa, jumlah warga miskin 71 KK, Jumlah pengrajin 8 orang, dan jumlah pemasaran 11 orang. Kampung batik sebagai ikon kota Semarang yang terletak di kelurahan rejomulyo kecamatan semarang timur dikarenakan : 1. Kampung batik mempunyai nilai historis sebagai cikal bakal pengrajin batik tempo dulu. 2. Dengan adanya perkembangan jaman kampong batik sempat vakum tidak ada kegiatan pembuatan batik sama sekali.3. Mulai tahun 2000-an kegiatan batik mulai digalakan lagi oleh pemerintah kota semarang dengan pembinaan dan pelatihan dari dinas terkait, dan akhirnya bisa terwujud memproduksi batik lagi. 4. Wilayah kampong batik sangat strategis untuk pemasaran karena letaknya ditengah kota semarang dan bisa menampung hasil produksi dari daerah lain untuk dipasarkan di wilayah kampong batik.5. Kampung batik rejomulyo berpotensi untuk menjadi kampong wisata edukasi mbatik bagi pelajar sekolah di kota semarang.6. Kampung batik rejomulyo juga sangat bisa dijual di wisatawan asing yang berkunjung di kota semarang.

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: dosen upgris semarang
Date Deposited: 31 Jul 2023 09:24
Last Modified: 31 Jul 2023 09:26
URI: http://eprints.upgris.ac.id/id/eprint/2179

Actions (login required)

View Item View Item